Zonasi Moluska Estuaria Di Perairan Desa Palaes Kecamatan Likupang Kabupaten Minahasa

  • Meyti E. Rumokoy Program Studi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Kristen Indonesia
  • Denny Z. J. Nelwan Program Studi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Kristen Indonesia
Keywords: Moluska Estuaria, Perairan, Desa Palaes

Abstract

Ekosistem estuaria memiliki kondisi lingkungan yang khas. Kondisi lingkungan ekosistem estuaria akan mempengaruhi organisme yang hidup pada ekosistem tersebut, sebaliknya organisme akan mendiami habitat dengan kondisi lingkungan yang cocok. Kondisi fisik lingkungan perairan estuaria
akan mempengaruhi pembentukan zonasi moluska.
Pembagian zonasi moluska di perairan estuaria biasanya dilakukan dengan membagi kolom air secara sederhana dalam beberapa zona berdasarkan perubahan kedalaman air, perubahan suhu, perubahan salinitas, perubahan substrat dan perubahan pH dan termasuk juga berdasarkan
kelimpahan, penyebaran (distribusi) dan asosiasi spesies.
Dalam penelitian ini, diketahui bahwa zonasi moluska estuaria di Desa Palaes Kecamatan Likupang Kabupaten Minahasa adalah: Nerita planospira antara 0 – 170m, Juvenille 10 – 260m, Telescopium telescopium 280 – 290m, Littoraria pallescens 260 – 310m dan Melampus flavus antara 290 – 300m.

Published
2022-04-28
Section
Articles